Pengembangan Pariwisata Pendukung Keanekaragaman Hayati di Pangandaran, Indonesia; didukung oleh UN World Tourism Organization (UNWTO).

Since 10:47 AM

Indecon telah berkerja dengan UN World Tourism Organization (UNWTO) di Pangandaran sejak 2007. Lembaga ini mendukung banyak negara di Asia yang terkena dampak tsunami pada Desember 2004. UNWTO bergabung bersama Pemerintah Jerman untuk menyediakan dukungan berbentuk konsultasi dan bimbingan dalam bidang keanekaragaman hayati dan pengembangan pariwisata yang mengikuti panduan dari Convention on Biological Diversity (CBD) yaitu Guidelines on Biodiversity and Tourism Development of the Convention on Biological Diversity (CBD).

Pemerintah Indonesia setuju untuk bekerja sama dengan UNWTO dalam kerangka kerja proyek di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Proyek ini bertujuan untuk membangun pariwisata berkelanjutan pada daerah model yaitu Pangandaran. Program ini membantu masyarakat Pangandaran untuk mengembangkan pariwisata melalui cara yang berkelanjutan dengan pemberian penekanan pada pelestarian keanekaragaman hayati dan pencegahan resiko dengan menjaga fungsi-fungsi ekosistem yang ada.

Pangandaran, suatu destinasi pariwisata di ujung selatan Jawa Barat, telah dikenal di antara para pencinta pantai. Namun, selama ini pariwisata berkembang secara spontan, sehingga pada beberapa lokasi telah merusak ekosistem yang ada dan berpotensi menurunkan fungsi lingkungan hidup. Buruknya pengelolaan limbah cair dan perembesan limbah domestik ke badan air menyebabkan polusi di laut dan meracuni biota laut, serta pelanggaran di daerah konservasi berupa pengambilan kayu dan kerang, adalah beberapa masalah yang terlihat jelas. Pariwisata yang tidak bertanggung jawab ini meningkatkan resiko  kegagalan ekosistem menjalankan fungsinya,dan selanjutnya meningkatkan potensi dampak kehancuran dari bencana alam.

Pada Juli 2006, Pangandaran dihantam tsunami besar disebabkan gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter.  Gelombang ini menghancurkan lebih dari 2.000 rumah, 5.800 perahu dan 41 industri rumahan. Dua ahun setelah bencana tersebut, pariwisata mulai bangkit kembali, walau masih sangat sedikit perhatian untuk membangun pariwisata bertanggung jawab.  Dengan alasan tersebut, UNWTO dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pemerintah daerah propinsi Jawa Barat dan Kabupaten Ciamis, bersama Indecon dan didukung oleh para pemangku kepentingan lokal berupaya untuk menginisiasi perencanaan dan implementasi pariwisata secara berkelanjutan dengan mengkaitakan antara pariwisata dan keanekaragaman hayati.

>> Link Video untuk project:
http://www.youtube.com/watch?v=f22oXcUYHaw
http://www.youtube.com/watch?v=wFKb0JGW4q8
download PDF Tourism Management Plan.pdf