Meningkatkan Kapasitas Diri Melalui Keterampilan Bahasa Inggris

Posted on

Kendala penggunaan bahasa Inggris di Mbeliling, Ruteng, dan Jerebu’u masih sangat dirasakan. Kemampuan bahasa inggris bagi pelaku wisata masih belum merata dan masih terbatas pada perorangan. Maka dari itu dibutuhkan suatu usaha untuk penguasaan bahasa asing baik secara individual maupun kelompok. Masalah yang sering kali muncul ialah ketika ada seseorang yang sudah dapat menggunakan bahasa Inggris, namun bahasa tersebut belum dapat diaplikasikan secara baik dan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bila ada tamu datang, tuan rumah menjadi kesulitan untuk berinteraksi karena penguasaan bahasa inggris kurang mencukupi. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan bahasa inggris yang baik dengan cara inovatif, aplikatif, bersifat relaks, dan berkesinambungan.

Dalam rangka meningkatkan keterampilan masyarakat lokal sebagai tuan rumah kegiatan pariwisata di Flores, Indecon dalam rangkaian proyek CREATED mengadakan pelatihan bahasa inggris bagi ibu-ibu pengelola rumah inap yang dilatih oleh fasilitator lokal proyek di Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan pelatihan bahasa inggris ini berlangsung 2 kali seminggu bagi setiap kelompok pengelola rumah inap. Jadwal pelatihan dirancang dan disepakati bersama antara tutor (Fasilitator Lapangan) dan murid (ibu-ibu pengelola rumah inap). Di Kampung Tado dan Liang Ndara sudah berlangsung sejak awal Juli 2016 hingga saat ini dan untuk Waerebo akan berlangsung mulai September 2016. Pelatihan bahasa inggris ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya kepada tamu yang datang ke kampung.

Pelatihan yang diberikan terfokus pada “Inggris untuk Pariwisata” dengan materi-materi sesuai dengan kehidupan sehari-hari khususnya yang selalu dialami oleh pengelola rumah inap.  Misalnya mulai dari pelatihan mengenali angka-angka dalam bahasa inggris, pelayanan terhadap tamu hingga mengenali nama barang-barang ditempat tidur dan dapur. Latihan-latihan soal diberikan secara menarik dan atraktif dengan modul bergambar, sehingga memungkinkan untuk mudah dipelajari. Bahasa inggris aktif juga diterapkan dalam keseharian antara fasilitator lokal dengan ibu-ibu pengelola rumah inap, seperti saat menyampaikan suatu informasi, guru dan murid wajib menggunakan bahasa inggris. Dengan sistem pembelajaran ini, diharapkan kemudian pengelola rumah inap dapat terus mengaplikasikan keterampilan berbahasa inggrisnya kepada setiap tamu yang datang.