Kawasan Wisata Edukasi Bulak Setra Diresmikan

Posted on

Kawasan Wisata Edukasi Bulak Setra Diresmikan

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meresmikan kawasan wisata edukatif hutan mangrove di kawasan Bulak Setra Desa Babakan Kecamatan Pangandaran pada hari rabu tanggal 7 mei 2014. Peresmian tersebut sekaligus menutup program STREAM (Sustainable Tourism Through Energy Efficiency with Adaptatiaon and Mitigation Measures) yang sudah berjalan sejak 2011 silam.

Sekretaris Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lokot Ahmad Endah mengatakan, penutupan program yang mendapatkan bantuan dari UNWTO (United Nation Word Tourism Organization) itu bukan menjadi akhir kegiatan revitalisasi kawasan wisata pasca tsunami 2006. “Secara proyek memang sudah berakhir, namun ini menjadi awal pengembangan wisata berkelanjutan yang ramah lingkungan,”ungkapnya. Dikatakan Lokot, saat ini sudah dibentuk badan pengelola kawasan mangrove oleh masyarakat setempat untuk mengembangkan Bulak Setra. Lokot menambahkan, Kemenparekraf juga membantu akses masuk ke kawasan Bulak Setra dengan membuat jembatan bambu. “Kita tidak khusus memberikan dana tapi melalui PNPM pariwisata sebesar Rp 100 juta,” ungkapnya. Menurutnya, tantangan pengembangan pariwisata di Pangandaran saat ini yaitu perbaikan infrastruktur. “Kemauan masyarakat untuk mengembangkan pariwisata sudah baik tantangannya Cuma infrastruktur makmlum lah kan kabupaten baru,” tuturnya.

Sementara itu Suherman selaku ketua LWG (Local Working Group) Pangandaran mengatakan, Bulak Setra merupakan kawasan yang berpotensi sebagai kawasan wisata edukatif. Dikatakannya, kawasan tersebut mulai dikembangkan sejak 2010 silam. “Melalui pendekatan ekosistem esensial hutan mangrove di Bulak Setra dikembangkanlah wisata edukatif,” terang dia. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, diantarana menjadikan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata yang berkelanjutan. “Kalau Bulak Setra Ramai dikunjungi otomatis ekonomi masyarakat sekitar juga akan lebih maju, itu harapan kita kedepan.(Disunting dari Radar pangandaran, 8 Mei 2014)